Langsung ke konten utama

Tips Hemat Wisata ke Bali, Gunakan Motor & Smartphone

BALI itu destinasi wisata yang terlalu mainstream buat saya pribadi. Namun, akan tidak mainstream tergantung bagaimana kita mengenal Bali. Trip saya ke Bali pertengahan Maret kemarin dalam rangka cuti. Bali bukan tujuan utama, melainkan mendaki kawah Ijen adalah trip utama saya Maret lalu.

Karena kawah Ijen berada di Banyuwangi dan Banyuwangi hanya tinggal nyebrang ke Bali, usai mendaki ke Ijen, saya memutuskan ke Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Aplikasi navigasi di smartphone membantu kamu untuk menjelajahi
Bali hanya dengan menggunakan motor, tanpa pemandu
Berbagai paket wisata di Bali saya cari di mesin pencarian google. Mulai dari paket wisata hingga penyewaan kendaraan roda empat. Namun, semuanya tidak membuat saya tertarik. Bukan karena harga yang tinggi, melainkan saya rasa itu tidak membuat saya puas untuk mengenal Bali.'

Maka, saya putuskan untuk menyewa motor saja selama tiga hari di Bali. Kebetulan tempat menginap saya di Bali, di hotel  di Hidden Oase di Kuta. Saya langsung menanyakan harga sewa motor per hari. Dan rupanya, harga sewa di hotel tempat saya menginap seharga Rp 65 ribu per hari. Dan saya bersama teman saya saat itu, memutuskan untuk menyewa motor selama tiga hari berada disana.

Saya memang buta tentang Bali. Tapi itu bukan masalah ketika saya harus memutuskan untuk menyewa motor karena Smartphone android menjadi alat yang sangat membantu menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi.

Dua unit motor Vario kami sewa untuk tiga hari saat itu.Smart phone kami sudah dilengkapi aplikasi google maps yang dipadukan dengan aplikasi Navigation. Sebelum berangkat, kami mengecek peta wisata Bali. 
Pada umumnya, kebanyakan wisata Bali dibagi ke dalam 4 bagian. 

Bali utara seperti wisata pantai Lovina, Bali tengah seperti Ulun Danu Beratan, Bali timur seperti misalnya pantai Sanur, Padang bai, Ubud, m hingga Danau Batur dan Bali selatan seperti misalnya Tanah Lot, Uluwatu, Blue Point Beach, Dream Land Beach. Nusa Dua dan sebagainya.

Setelah membagi peta wisata di Bali, kamu bisa menentukan destinasi yang pertama akan dijelajahi. Kalau saya, hari pertama memilih menjelajahi Bali timur seharian. Kemudian hari kedua menjelajahi Bali utara, tengah dan Tanah Lot. Baru hari ketiga, kami menjelajahi kawasan Bali selatan.

Menggunakan sepeda motor dan mengandalkan navigasi di smart phone, itu tidak membutuhkan pemandu lokal. Kita bisa menentukan akan kemana kita pergi. Sesederhana dan semurah itulah menggunakan sepeda motor dan navigasi di smartphone. Dan tidak perlu khawatir jika tersesat. Hanya saja, siapkan saja krim anti ultraviolet di tangan dan jangan lupa, gunakan jaket.

Lalu lintas di Bali umumnya tidak sepadat di Bandung atau di Jakarta. Meskipun, dengan menggunakan motor, meskipun lalu lintas padat, itu tidak akan jadi masalah yang berarti. Bensin premium untuk motor pun, dalam sehari hanya menggunakan 4 liter.

Jalur yang paling menantang dan paling asik untuk dilewati di Bali menggunakan motor itu jalur Denpasar menuju Kabupaten Buleleng di utara Bali. Saat itu, kami berangkat dari Kuta pukul 05.00 pagi. Selama perjalanan, hawa sejuk sangat terasa. Belum lagi, pemandangan di sepanjang jalur itu sangat memanjakan mata. Jalan berkelok dan sepi, kami bisa memacu kendaraan dengan kecepatan 80-100 kilometer perjam. Alhasil, kami bisa tiba di pantai Lovina pada pukul 06.45.

Sepulang dari Lovina, kami menyempatkan diri mengunjungi pura Ulundanu Beratan yang lokasinya berada satu jalur. Selama menjelajah Bali menggunakan motor, tanpa pemandu lokal, kami tidak pernah tersesat karena sistem navigasi di smartphone selalu tepat.

Karena lalu lintas di Bali yang tidak cukup padat, saya bisa menempuh perjalanan 1 kilometer dengan kecepatan 70 - 8 kilo meter perjam. Itu artinya, jika jarak tempuh 60 kilo meter, dengan sepeda motor, kita bisa mencapainya dalam waktu 50-60 menit.

Alhasil, selama 3 hari di Bali menggunakan sepeda motor dan dibantu sistem aplikasi navigasi di smartphone, kami bisa mengunjungi 15 destinasi wisata di Bali. Mulai dari Bali utara, tengah, selatan dan timur. Kecuali Bali barat yang belum sempat kami jelajahi. Maybe next time untuk Bali Barat, sekaligus agenda mendaki Gunung Batur dan Gunung Agung.

Komentar

  1. Klo boleh tau navigasinya pake aplikasi apa ya??
    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pake aplikasi google maps aja kok...saya pake aplikasi google maps aja

      Hapus
  2. sangat bermanfaat sekali informasinya, dan di sinilah teknologi berbicara terlebih jika kita memahami dan melek infoermasi teknologi,,,keren,,,keren informasinya

    BalasHapus
  3. Aplikasi google maps jauh lebih pintar kini darip jps (jasa penduduk setempat) apalagi buat yang ga suka diatur dan memiliki jiwa petualang. Selain lebih murah menggunakan motor, kesan yang lebih mendalam terasa jelas ketika flash back di tahun mendatang. Selain bisa langsung bersentuhan dengan udara dan alam setiap waktu dan detik yang berjalan sangat berharga. Hanya saja perlu di ingat, pilihlah tempat yang memiliki kredibilitas baik dengan motor yang memiliki kondisi prima dan sehat. Dan pastika dekat dengan lokasi tempat tinggal agar bisa mendapatkan layanan antar jemput, untuk rekomendasi sekitaran kuta legian dan bandara bisa coba milik saya sewa motor murah di bali

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Takut Ke Bromo! #2 - Jalan Kaki Dari Cemoro Lawang

SETELAH turun dari kendaraan "byson" di Cemoro Lawang, udara segar sore hari langsung terasa bersama hembusan angin. Bentangan langit menampakkan biru yang sempurna. Pemilik warung tepat di dekat elf berhenti, langsung menawarkan penginapan.

"Penginapan air panas Rp 150 ribu mas," kata seorang pria yang belakangan diketahui namanya pak Santoso.

Saya pun mencoba menawarnya setengah mati. Namun, tetap saja dia tidak bergeming dengan harga yang ia tawarkan. Informasi yang saya dapatkan, harga penginapan kelas home star di Cemoro lawang ini sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Mungkin karena saat berkunjung kesana masih dalam suasana libur lebaran, harga penginapan jadi dipatok hingga Rp 150 ribu.

Dengan pertimbangan harga yang ditawarkan masih belum menguras isi dompet, akhirnya saya menerima tawaran satu kamar. Tepat di depan Cemara Indah. Di penginapan pak Santoso ini, ia juga memiliki warung makanan yang dikelola oleh anaknya.


Jangan Takut Ke Bromo Sendirian #1

RUTINITAS pekerjaan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini sangat padat. Bahkan, saya baru bisa libur pada H-2. Formulir cuti sudah disebar pada sejumlah karyawan. Tidak terkecuali saya.

Namun, sengaja saya tidak mengambil cuti sebelum lebaran. Saya lebih prepare untuk mengambil cuti setelah lebaran. Ketika teman-teman saya kembali bekerja, saya sedang cuti.

Foto-foto Gunung Bromo selalu berkelebat dalam pikiran saya. Hingga akhirnya, setelah penelitian pustaka tentang rute dari Bandung menuju Bromo, kemudian mencari-cari tiket di saat arus mudik dan balik yang harganya selangit, akhirnya saya pun berangkat.