Langsung ke konten utama

Terdampar Di Pulau Kecil

WAKTU masih tersisa. Saya meninggalkan Pantai Nirwana di kawasan Teluk Bayur. Saya kembali memeriksa google maps. Selanjutnya, Pantai Karoline jadi tujuan saya. Melihat jarak di aplikasi google maps, tak begitu jauh. 


Pantai Karoline yang pasti masih berada di Padang namun kali ini berada di kawasan Teluk Bungus. Jalan berkelok-kelok saya lewati dengan motor sewaan. Di sebelah kanan jalan, terhampar Samudera Hindia sehingga jarak yang kami tempuh tidak membosankan karena pemandangan laut di kanan jalan.
Perahu yang kami tumpangi menepi di Pulau Pasir
Dari atas ketinggian, Pantai Karolin sudah terlihat. Pasir putihnya terhampar. Tidak hanya itu, di tepian pantai, rimbunan pohon menjulang tinggi dan hawa panas khas pantai pun hilang. Pesanlah tikar sewaan dengan harga Rp 15 ribu untuk sejenak bersantai di bawah pepohonan rindang setelah menjajal jalan berkelok dari Kota Padang menuju Teluk Bayur dan Teluk Bungus.

Dari Pantai Karolin inilah titik keberangkatan menuju pulau termasyur di Padang yakni Pulau Sikuai. Di pulau itu, dengan membayar paket wisata sebesar Rp 350 ribu, kita bisa ber snorkeling ria hingga menyelam. Namun, waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 yang artinya saya tidak memiliki waktu banyak untuk menyinggahi pulau itu.


Namun, nelayan pemilik kapal disana memberi tahu saya tentang pulau terdekat yang bisa saya kunjungi dalam waktu beberapa menit saja. Dia menyebutnya Pulau Pasir dan saya penasaran untuk mengunjunginya. Setelah sepakat dengan harga transportasi perahu nelayan sebesar Rp 50 ribu per orang, saya dan satu rekan saya serta dua pengunjung lainnya meninggalkan Pantai Karolin menuju laut lepas. Cucaca sangat cerah sekali saat itu.

Tidak seberapa lama, akhirnya saya tiba di Pulau Pasir. Dan ternyata, jreng..jreng..jreng... Pulau Pasir yang saya tempuh selama 15 menit dari Pantai Karolin, merupakan pulau kecil yang hanya berukuran tidak lebih dari 9x9 meter persegi dengan daratan berutap pasir putih halus. Jika kamu pernah melihat iklan rokok yang menunjukkan pulau kecil dengan pasir putih di tengah lautan, ya seperti itulah Pulau Pasir yang saya kunjungi.


Saya sih baru pertama kali menginjakkan kaki di pulau kecil seperti ini. Menariknya lagi, di sekeliling pulau, lautnya sangat dangkal dan kita bisa berenang bahkan ber snorkeling atau menyelam. Apalagi, airnya sangat jernih.

Saya pun bermain air di pulau kecil itu dan tentunya, berfoto sepuas mungkin. Namun lagi-lagi, waktu sudah sore dan air laut mulai pasang. Artinya, saya sudah tidak bisa berlama-lama di pulau kecil itu. Dengan perasaan puas, kami pun meninggalkan pulau kecil bernama Pulau Pasir itu dan kembali ke Pantai Karolin.  

Trip sehari penuh menyambangi tempat-tempat eksotis di Padang pun saya akhiri dan kembali ke hotel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Takut Ke Bromo! #2 - Jalan Kaki Dari Cemoro Lawang

SETELAH turun dari kendaraan "byson" di Cemoro Lawang, udara segar sore hari langsung terasa bersama hembusan angin. Bentangan langit menampakkan biru yang sempurna. Pemilik warung tepat di dekat elf berhenti, langsung menawarkan penginapan.

"Penginapan air panas Rp 150 ribu mas," kata seorang pria yang belakangan diketahui namanya pak Santoso.

Saya pun mencoba menawarnya setengah mati. Namun, tetap saja dia tidak bergeming dengan harga yang ia tawarkan. Informasi yang saya dapatkan, harga penginapan kelas home star di Cemoro lawang ini sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Mungkin karena saat berkunjung kesana masih dalam suasana libur lebaran, harga penginapan jadi dipatok hingga Rp 150 ribu.

Dengan pertimbangan harga yang ditawarkan masih belum menguras isi dompet, akhirnya saya menerima tawaran satu kamar. Tepat di depan Cemara Indah. Di penginapan pak Santoso ini, ia juga memiliki warung makanan yang dikelola oleh anaknya.


Jangan Takut Ke Bromo Sendirian #1

RUTINITAS pekerjaan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini sangat padat. Bahkan, saya baru bisa libur pada H-2. Formulir cuti sudah disebar pada sejumlah karyawan. Tidak terkecuali saya.

Namun, sengaja saya tidak mengambil cuti sebelum lebaran. Saya lebih prepare untuk mengambil cuti setelah lebaran. Ketika teman-teman saya kembali bekerja, saya sedang cuti.

Foto-foto Gunung Bromo selalu berkelebat dalam pikiran saya. Hingga akhirnya, setelah penelitian pustaka tentang rute dari Bandung menuju Bromo, kemudian mencari-cari tiket di saat arus mudik dan balik yang harganya selangit, akhirnya saya pun berangkat.

Tips Hemat Wisata ke Bali, Gunakan Motor & Smartphone

BALI itu destinasi wisata yang terlalu mainstream buat saya pribadi. Namun, akan tidak mainstream tergantung bagaimana kita mengenal Bali. Trip saya ke Bali pertengahan Maret kemarin dalam rangka cuti. Bali bukan tujuan utama, melainkan mendaki kawah Ijen adalah trip utama saya Maret lalu.
Karena kawah Ijen berada di Banyuwangi dan Banyuwangi hanya tinggal nyebrang ke Bali, usai mendaki ke Ijen, saya memutuskan ke Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.