Langsung ke konten utama

Film Referensi Untuk Orang Kaya Rawan Miskin

PERDEBATAN tentang pasar bebas, globalisasi dan kapitalisme yang sering dibahas selama ini tidak hanya soal kemiskinan saja sebagai akibat dari sistem tersebut. Namun, satu hal yang terlupakan dari perdebatan itu ialah tentang kelas menengah yang justru rawan miskin karena kalah bersaing.

Seperti halnya diceritakan dalam film Assault on Wall Street. Dikisahkan, seorang pekerja kelas menengah di Amerika yang hidup dengan asuransi seadanya, Jim, berinvestasi di pasar saham Wall Street dan di dalam dompetnya terselip beberapa kartu kredit.

Istrinya menderita sakit parah dan membutuhkan biaya besar. Namun, karena asuransi yang dia miliki tidak mampu mengcover biaya pengobatan penyakit istrinya, ia menggunakan kartu kredit untuk membiayai pengobatannya.

Singkat kata, penggunaan kartu kredit untuk membiayai pengobatan istrinya, malah menyisakan utang yang berkepenjangan dan membuatnya dipecat dari perusahaannya. Karena tidak bisa membayar cicilan kartu kreditnya, rumahnya pun kemudian disita.

Kondisinya semakin buruk manakala investasi di Wall Street melalui pialang saham, gagal dan tidak menyisakan uang satu dolar pun dan istrinya, meninggal karena bunuh diri.

Jim merasa, satu-satunya orang yang wajib bertanggung jawab ialah para pialang saham yang memainkan uangnya di pasar saham. Tidak hanya itu, bos perusahaan pialang saham yang mengelola dananya di pasar saham, menjadi target pelampiasannya untuk membalas dendam.

Sejumlah proses upaya balas dendam pun dimulai. Jim membeli sejumlah senjata dari granat hingga senjata otomatis. Pialang Jim, menjadi target pembunuhan. Pada adegan pembunuhan ini, drama tragis tergambar dengan jalas.

Saat itu, Jim sudah akan bertemu di satu tempat dekat Wall Street. Namun, Jim tidak menemuinya. Namun, ia berangkat ke lantai paling atas lengkap dengan senjata otomatisnya. Lokasi tempat penembakan pun, berhadapan dengan sejumlah gedung yang didalamnya, para pialang saham, akuntan dan para pelaku ekonomi berkumpul.

Teropong yang dipasang di senjata sudah mengarah pada sang pialang dan satu peluru tepat mengena di kepala sang pialang. Sang pialang itu pun ambruk bersimbah darah. Tidak berhenti disitu, Jim menembak secara membabi buta kepada para pialang saham yang tampak di jendela gedung. Puluhan pria berjas pun tewas seketika.

Jim meninggalkan tempat tersebut dengan menghilangkan barang bukti. Senapan otomatis yang telah ia gunakan untuk menembaki para pialang saham di Wall Street, ia bakar. Dengan kemeja dan jas hitam, ia membawa topeng dan satu senapan jenis FN, kemudian bergerak menuju kantor perusahaan pialang yang mencuri uangnya.

Tiba disana, sejumlah pialang saham yang tengah berhadapan dengan layar monitor, tengah memantau perkembangan indeks saham. Jim yang memakai topeng, menembaki para pialang satu persatu. Suasana kantor pun berubah menjadi tragis karena puluhan mayat pialang bergeletakan dengan bersimbah darah.

Puncaknya, ketika suasana kantor tidak karuan karena banyak pialang saham yang berusaha melarikan diri, Jim melempari ruangan tersebut dengan granat. Ruangan itu pun kembali menampung mayat-mayat sang pialang.

Akhirnya ia tiba di ruangan sang bos perusahaan pialang tersebut. Tidak langsung membunuhnya, namun Jim malah bertukar jas dan bertukar tempat duduk dengan sang bos. Dengan kemeja milik sang bos, Jim duduk di kursi yang biasanya ditempati oleh sang bos.

Sebelum pada akhir cerita, keduanya terlibat dalam perdebatan hukum-hukum ekonomi dalam pasar bebas. "Inilah persaingan dalam sistem ekonomi baru. Jika kau tidak bisa bersaing, terimalah kekalahanmu," kata Sang bos kepada Jim, yang saat itu duduk di hadapan Jim.

"Kalau begitu, mari kita bersaing. Aku akan letakkan senjata ini di atas meja di tengah-tengah kita. Kita akan bersaing, siapa yang pertama mengambil senjata, dia yang menang," kata Jim seraya melihat tampilan monitor yang menunjukkan CCTV sejumlah petugas FBI sudah berada dekat dengan ruangan tersebut.

Seketika, ternyata sang bos pertama kali merebut senjata di atas meja. Namun sayang, ketika pelatuknya di tekan, ternyata peluru tersebut kosong. Bersamaan dengan itu, petugas FBI telah mendobrak pintu ruangan tersebut. Sang bos pun kaget melihat puluhan petugas FBI dengan senjata lengkap.

Melihat sang bos memegang senjata dan menodongkannya pada Jim, para petugas FBI itu pun langsung menembak sang bos tepat di perutnya. Seketika, sang bos perusahaan pialang itu pun mati.

Kemudian Jim, pelaku penembakkan puluhan pialang di Wall Street, dengan wajah tak berdosa, berhasil di selamatkan oleh petugas FBI karena mereka menyangka bahwa Jim adalah korban. Setelah mendapat perawatan medis, Jim pun berlalu dari Wall Street.

"Jika pemerintah, jaksa dan hakim tidak bisa menyelesaikan tugas mereka, maka ada aku yang akan melanjutkan pekerjaan mereka," kata Jim di akhir cerita.

Film Assault on Wall Street ini menjadi film yang menarik. Di samping membahas tentang kapitalisme dan dominasi Wall Street di Amerika, juga menyadarkan kita yang hidup di era globalisasi dan tinggal di negara berkembang bernama Indonesia, bahwa para kelas menengah di Indonesia ini, harus benar-benar siap menjadi miskin karena sakit dan hidup tanpa asuransi.

Di samping itu, fenomena kemudahan kredit saat ini mulai dari kredit perbankan hingga kredit properti dari rumah, kendaraan hingga elektronik, jangan dipahami sebagai kemudahan yang absolut dimiliki, tanpa mempertimbangkan ketahanan ekonomi.

Meskipun sebenarnya, kemudahan kredit ini juga perlu diawasi. Lebih dari itu, yang pasti, aktifitas ekonomi itu sejatinya didasari oleh moral ekonomis yang baik.

Komentar

  1. Halo, nama saya Nona. Dwiokta Septiani Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Anita Charles pemberi pinjaman cepat, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 430 juta dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan. Jadi saya berjanji saya akan berbagi kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda membutuhkan semacam pinjaman, hubungi Ibu Anita melalui email: anitacharlesqualityloanfirm@mail.com.
    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: septianidwiokta@gmail.com
    Sekarang, semua saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman yang saya kirim langsung ke rekening mereka.

    BalasHapus
  2. Saya sangat bersyukur kepada Ibu Iskandar Lestari karena telah memberi saya pinjaman sebesar Rp700.000.000,00 saya telah berhutang selama bertahun-tahun sehingga saya mencari pinjaman dengan sejarah kredit nol dan saya telah ke banyak rumah keuangan untuk meminta bantuan namun semua menolak saya karena rasio hutang saya yang tinggi dan sejarah kredit rendah yang saya cari di internet dan tidak pernah menyerah saya membaca dan belajar tentang ISKANDAR LESTARI LOAN FIRM di salah satu blog saya menghubungi Mrs Iskandar Lestari konsultan kredit via email:(iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com) dengan keyakinan bahwa pinjaman saya diberikan pada awal tahun 2017 dan harapan datang lagi, kemudian saya menyadari bahwa tidak semua perusahaan pinjaman di blog benar-benar palsu karena semua hutang finansial saya telah diselesaikan, sekarang saya memiliki nilai yang sangat besar dan usaha bisnis yang patut ditiru, saya tidak dapat mempertahankan ini untuk diri saya jadi saya harus memulai dengan membagikan kesaksian perubahan hidup ini yang dapat Anda hubungi Ibu Iskandar via email: (iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com)atau melalui dia
    BBM INVITE:{D8980E0B}

    BalasHapus
  3. Halo

    Apakah Anda seorang investor, Pemilik Bisnis, Pengusaha, Kontraktor, Petani, Memulai e.t.c? Mungkin Anda memerlukan dana untuk membeli properti, memperbaiki / membalikkan, memperbaiki layanan / bangunan Anda mencari tempat yang dapat menjamin Anda meminjamkan sebagian dari jumlah yang Anda butuhkan (Annisa Ahmad) ke sini untuk membantu mereka yang membutuhkan tujuan arsip keuangan mereka, Kami berinvestasi di properti, proyek / bisnis dan juga menawarkan semua jenis pinjaman berbunga rendah. Tarif, kepada orang-orang yang tertarik dari negara manapun dengan tingkat kredit apakah Anda ditolak oleh bank lain atau kreditur? Kami dapat menawarkan pinjaman yang Anda butuhkan dengan harga terjangkau, kami juga membutuhkan layanan dari Pialang yang bisa merujuk orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan dan kami membayar setiap bulan untuk layanan Anda menghubungi kami melalui email di bawah ini jika Anda tertarik dengan pinjaman atau persyaratan. Investor
    Email: (annisaahmadlaoncompany@gmail.com) TambiƩn puede contactarnos por BBM pin (DB5121C1) Anda bisa menghubungi kami di FACE BOOK (Annisa Ahmad)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Takut Ke Bromo! #2 - Jalan Kaki Dari Cemoro Lawang

SETELAH turun dari kendaraan "byson" di Cemoro Lawang, udara segar sore hari langsung terasa bersama hembusan angin. Bentangan langit menampakkan biru yang sempurna. Pemilik warung tepat di dekat elf berhenti, langsung menawarkan penginapan.

"Penginapan air panas Rp 150 ribu mas," kata seorang pria yang belakangan diketahui namanya pak Santoso.

Saya pun mencoba menawarnya setengah mati. Namun, tetap saja dia tidak bergeming dengan harga yang ia tawarkan. Informasi yang saya dapatkan, harga penginapan kelas home star di Cemoro lawang ini sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Mungkin karena saat berkunjung kesana masih dalam suasana libur lebaran, harga penginapan jadi dipatok hingga Rp 150 ribu.

Dengan pertimbangan harga yang ditawarkan masih belum menguras isi dompet, akhirnya saya menerima tawaran satu kamar. Tepat di depan Cemara Indah. Di penginapan pak Santoso ini, ia juga memiliki warung makanan yang dikelola oleh anaknya.


Jangan Takut Ke Bromo Sendirian #1

RUTINITAS pekerjaan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini sangat padat. Bahkan, saya baru bisa libur pada H-2. Formulir cuti sudah disebar pada sejumlah karyawan. Tidak terkecuali saya.

Namun, sengaja saya tidak mengambil cuti sebelum lebaran. Saya lebih prepare untuk mengambil cuti setelah lebaran. Ketika teman-teman saya kembali bekerja, saya sedang cuti.

Foto-foto Gunung Bromo selalu berkelebat dalam pikiran saya. Hingga akhirnya, setelah penelitian pustaka tentang rute dari Bandung menuju Bromo, kemudian mencari-cari tiket di saat arus mudik dan balik yang harganya selangit, akhirnya saya pun berangkat.

Tips Hemat Wisata ke Bali, Gunakan Motor & Smartphone

BALI itu destinasi wisata yang terlalu mainstream buat saya pribadi. Namun, akan tidak mainstream tergantung bagaimana kita mengenal Bali. Trip saya ke Bali pertengahan Maret kemarin dalam rangka cuti. Bali bukan tujuan utama, melainkan mendaki kawah Ijen adalah trip utama saya Maret lalu.
Karena kawah Ijen berada di Banyuwangi dan Banyuwangi hanya tinggal nyebrang ke Bali, usai mendaki ke Ijen, saya memutuskan ke Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.